Postingan

Tipe Kepribadiaan ENFJ-A

Gambar
Kepribadiaanku berubah? Telah kesekian kali belakangan ini aku test kepribadiaan ini lagi sampai pada akhirnya aku munyak tidak ingin test lagi karena, dulu ketika aku mengenal test ini aku kepribadian ESFJ-A. WKWKW. Kenapa tiba-tiba berubah, tapi memang sih dulu pernah test sempat dapat kepribadian ENFJ-A. Dan aku sempat menanyakan hal ini ketemanku yang sedang kuliah psikolog. Jawabnya hanya: Menilai kepribadiaan itu tidak hanya dari satu test, Ade Disaat itu rasanya aku kehilangan kembali, siapa aku? Wakakakaka...

Berikut kepribadian ENFJ-A berdasarkan  https://www.16personalities.com

*


Kepribadian “Protagonis” Setiap hal yang Anda lakukan benar sekarang bergerak perlahan dan memengaruhi semua orang. Postur Anda dapat menerangi hati Anda atau menularkan kecemasan. Napas Anda dapat memancarkan cinta atau mengeruhkan ruangan dalam kegundahan. Lirikan Anda dapat melahirkan kesenangan. Kata-kata Anda dapat menginspirasikan kebebasan. Setiap tindakan Anda dapat membuka hati dan pikiran.…

Si penurut yang cengeng | Ibu

Lagi terbesit tentang pola asuh ibu. Yang menjadikanku seperti, sekarang. Ibu orang yang mengajariku disiplin, ini itu. Yang begitu mengekangku dari jenis pakaian yang harus aku pakai sampai aku malas sekali ketika harus beli baju lebaran, setiap aku memilih selalu ibu berkata "Itu Jelek". Jadi mengikuti maunya ibu. Karena tidak mau ribut. Masih ingat aku, dulu kecil mungkin sd menuju smp, pakaianku masih diatur, apalagi ketika akan ke tempat keluarga atau acara kondangan. Ibu selalu memilihkan bajuku. Bahkan mengkotakkanku kan bu, untuk menyukai warna kesukaan ibu. Hehe.

Sesimpel baru baju, belum tentang makanan, barang yang aku inginkan. Segala sesuatu yang tidak bisa diperdebatkan. Seleraku tidak semuanya sama seperti maunya, ibu.

Aku, Ade yang penurut. Bu.
Terkadang menahan tangis, lalu menangis dikamar tengah malam. Seperti malam ini, saat pemikiran ini muncul. Atau setelah pasrah dengan maunya ibu, aku kekamar mandi. Menangis sesaat.
Dan, aku. Ade yang cengeng. Bu.

Aku…

Idealis vs Realistis

Gambar
Sebagai lulusan baru (fresh-graduate) pasti menggebu-gebunya ingin menjadi seseorang yang telah di impi-impikan, di pupuk sejak kuliah bahkan mimpi-mimpi itu ada sebelum terjerumus di dunia mahasiswa. Saya, sebagai lulusan Teknik Perminyakan. Sangat mengagung-agungkan ingin menjadi Reservoir Engineer atau Production Engineer, ya bukan Drilling Engineer. Idealisme itu sangat kental ketika masih kuliah semester empat, telah menjajaki mata kuliah menjurus ke inti dari perkuliahan Teknik Perminyakan itu sendiri. Semester enam juga pernah mengikuti pemagangan (COOP) di salah satu perusahaan minyak dan gas swasta di Jalan Minyak, Balikpapan sebagai well-performance atau Production Engineer. Semakin yakin mimpi sedikit lagi akan tercapai. 
Januari bulan tulisan ini aku tulis, bulan dimana setahun yang lalu aku sidang tugas akhir. Tugas akhir dengan sesuai passion, tentang uji sumur related sekali dengan Reservoir Engineer dan Production Engineer. Betapa bahagianya aku bisa mendapatkan mento…

Surat Cinta dari KUUP28

Gambar
Akhir tahun lalu aku mulai menyimpun-nyimpun yang ada di kamar. Alih-alih ingin membersihkan kamar. Dari bongkar laci lemari, box, bersihin kipas, vacuum cleaner, dll. Ku pisahkan mana yang telah layak dibuang, mana yang perlu disimpan, mana yang perlu didonasikan. Biasa simpun-simpun ini aku lakukan diakhir atau awal bulan, atau ketika setelah moment yang memporak-porandakan kamarku contohnya seperti habis sidang tugas akhir, sidang kp, habis jadi pubdekdok acara kampus dsb; atau ketika kamar rasanya telah sesak sekali, atau bahkan aku membersihkan kamar ketika rasanya lagi banyak setan dikamarku.
Ada beberapa barang yang aku bingung harus di apakan, terutama pemberian setelah sidang tugas akhir atau ketika wisuda. Seperti bucket bunga flanel, boneka, slempangan ST, dll. Hingga kini masih ku pikirkan akan ku apakan (mohon jika ada saran bisa beritahu saya). Dan ada satu barang yang membuatku cukup berdiam agak lama, sesaat otakku mulai memanggil memori-memori saat bersama dahulu. Ba…

Listen, then shut up.

Gambar
Belakangan ini orang-orang makin terbuka saja bercerita padaku. Dari tentang kerjaan, keluarga, pacar, mantan, kebodohan akan masalalu hingga hal-hal sensitive lainnya. Aku bahkan seperti baru mengenal kawan-kawanku seutuhnya ketika bercerita lebih tentang hidupnya. Sungguh!

Sedangkan aku,

Rasanya makin tertutup saja. Rapat.
Terkadang aku berpikir apa aku terlalu memilih orang yang tepat untuk meluapkan yang terpendam atau aku terlalu mengharapkan suatu ekspetasi respon orang saat mendengarkanku. Yang ketika tak sesuai harap, aku tak akan cerita lagi. Pada orang itu. Atau sekedar menangis dimalam hari rasanya mungkin, telah cukup.

Kadang aku benci, aku.
Saat seperti ini.

Aku satu dari banyak anomali

Gambar
Bertanya-tanya terhadap jati diri
Banyak telah terlampaui
Diantara hitam dan putih
Aku satu dari banyak anomali

Fantasi kelam selalu menghantui
Menghampiri lalu meracuni
Tak... Tak akan ku biarkan itu terjadi (kembali)
Aku satu dari banyak anomali

Rasanya berjibun janji
Pada Tuhan dan diri sendiri
Tanpa satupun yang dapat ikut menyelami
Aku satu dari banyak anomali

Anak pertama: Menginginkan Kakak

Gambar
Aku anak pertama, yang selalu menginginkan punya kakak. Entah kakak cowok yang bisa melindungi ku, menjadi jagoan dikeluargaku atau kakak cewek yang bisa diajak kelahi rebutan baju misalnya, atau menjadi tempat aku berkeluh kesah. Entah ini pasti mimpi yang tidak mungkin terjadi untuk para anak pertama, atau cuman aku yang selalu berharap Tuhan mutar kembali takdir.
Aku merekap segala hidupku akhir-akhir ini, dari aku kecil dengan ingatan terjauhku sampai ingatan aku menulis tulisan ini. 
Dari kecil aku punya kakak, Mbak Ika namanya.  Sejak kecil Adikku dititip ditetangga depan begitu juga aku, Adikku sejak lahir, Aku sejak SD, karena Bapak dan Ibu bekerja. Tetangga depan telah menjadi keluarga terdekat hingga kini. Hingga Adikku memanggil Ibunya Mbak Ika dengan sebutan Mama. Ya, Mbak Ika telah seperti Kakak dari mengajariku perhitungan 1 + 1 hingga perkalian 13 x 15. Mbak yang selalu mendengarkan cerita halu saat aku kecil ya aku suka cerita tidak jelas didepannya, seolah-olah ingin…

Bersua dengan MPR?

Gambar
Pertama kali membaca pamflet tentang acara ini, yang ada dipikiran saya MPR sangat jauh dari jangkauan rakyat, MPR hanya ada di Ibu kota, MPR tidak mungkin rasanya bersua, apalagi untuk saya, untuk para kaum muda. Apa iya, sebisa itu duduk bareng MPR? 
Ternyata, ya bisa. Mengenal pembelajaran tentang kebangsaan rasanya terakhir tersentuh di masa kuliah, mata kuliah kewarganegaraan. Saya pikir ngobrol bareng kali ini tentang hal-hal yang akan sekaku saya mendengar kata "MPR". Ini sangat ringan dipandu oleh MC atau Moderator yang kekinian, Mbak Mira Nurfahla Sahid yang juga merupakan social media influencer.
MPR mengingatkan kembali dan mensosialisasikan tentang nilai 4 Pilar MPR RI. Apa aja hayo? Ini ya gaes saya paham kalian pasti lupakan bukan tidak tahu. Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi NegaraUUD NRI 1945 sebagai Konstitusi NegaraNKRI sebagai Bentuk NegaraBhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan negara Selain itu, Mbak Siti Fauziah mengingatkan juga kepada netizen Balikpap…

GATHERING NETIZEN MPR RI

Gambar
Gathering Netizen MPR merupakan sebuah ajang buat kita ngobrol bareng, memberi masukan tentang metode apa yang tepat dari teman-teman Netizen Balikpapan dalam menyebarluaskan informasi melalui media sosial (Instagram, facebook, twitter, blog) tentang kelembagaan MPR (tugas, fungsi dan wewenang), Implementasi nilai-nilai luhur bangsa dalam bentuk 4 Pilar MPR, menangkal hoax serta menyebarluaskan konten positif di medsos masing-masing.
WAKTU 1.Hari : Sabtu 2.Tanggal : 7 Desember 2019 3.Pukul : 08.00 – 13.00 wita 4.Tempat : Jade Room, Quartz Office Tower Aston Balikpapan
SYARAT DAN KETENTUAN PESERTA GATHERING WARGANET MPR 2019 1.Calon peserta wajib mendaftar pada link berikut http://bit.ly/netizenmprbalikpapan 2.Calon peserta wajib follow akun medsos (fb, twitter dan instagram) @mprgoid dan @bpnblogger 3.Calon peserta wajib membuat postingan di medsos atau blog tentang woro-woro atau pra event (minimal 1 postingan H-1 sebelum event berlangsung) 4.Peserta wajib membuat postingan di medso…

Ikhlas

Setelah aku pikir-pikir, sebenarnya aku tidak tahu.  Apa benar aku pernah merasakan "Ikhlas" yang sesungguhnya.  Ikhlas yang bukan sekedar mengatakan "Iya aku Ikhlas",  Ikhlas yang dari hati tak mengharap kembali.  Yang mempercayai segala kehendak dan rencana-NYA.
Mungkin sesederhana ketika mengatakan "Hhhh... Yasudahlah..."  dengan kalimat tambahan dibelakangnya: "Mungkin belum rejeki atau mungkin ada rejeki lain atau ada pengganti lain.....".  Hingga pada tahap melupakan rasa kehilangan, kesedihan, keterpurukan itu  mungkin aku baru belajar tentang Ikhlas ketika aku mengetahui,  selalu ada hikmah dibaliknya.  Selalu ada keajaiban tak terduga, tak terkira dibaliknya.

Terima Kasih ya Allah...

Jangan Marah Bagimu Surga

Puasa bukan sekedar menahan untuk tidak makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari masalah-masalah hati atau sifat-sifat tidak baik contohnya seperti, sifat "marah".
laa taghdob walakal jannah; jangan marah bagimu surga Sifat marah sangat dekat dengan kita, manusia. Maka bersabarlah, kemenangan bagimu,
(Dan orang-rang yang bertakwa itu adalah) mereka yang menafkahkan hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit, dan menahan amarahnya, serta memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah adalah Dzah yang mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan, QS. Ali Imran: 134

Buku yang hampir menghujung

Gambar
Di sela aku mengerjakan kerjaan dikantor
Aku ambil buku ditas slempengan andalanku
Buku yang biasa ku gunakan untuk menulis apa saja
Entah kejadian hari ini,
perasaan hari ini,
perkataan orang, to do list,
puisi atau apapun.

Bukan, bukan ini bukan buku diary
Hanya buku bercover bank BNI
Pemberian ibu, ibu juga di beri dari kantornya.
Setiap tahun aku menerima buku kecil ini

Lalu ku lihat buku ini telah hampir menghujung,
oiyah benar saja 2019 juga telah hampir usai
Sisa dua bulan lagi

Sebelum ku ambil pena untuk menulis tulisan ini
Aku membuka buku ini dari halaman pertama
Lalu lembar demi lembar aku  mulai tenggelam
Dalam memori selama sepuluh bulan yang telah aku tempuh

Ternyata tak sedikit yang telah aku jalani
Namun tak sedikit juga yang ternyata, terlewatkan
Aku berterima kasih pada Diri
Good Job, Ade!

Sekaligus,
Aku ingin menyemangati pada Diri
Keep up your spirit, Ade!
2019 belum tuntas